Everything in life is pre-written, but with dua it can be re-written

Senin, 27 Mei 2019

WAWASAN KEISLAMAN (Tugas Akhir Semester Genap Kelas VII SMPN 2 Margasari)


ISLAM
Kata “islām” berasal dari bahasa Arab aslama - yuslimu dengan arti semantik sebagai berikut: tunduk dan patuh (khadha‘a wa istaslama), berserah diri, menyerahkan, memasrahkan (sallama), mengikuti (atba‘a), menunaikan, menyampaikan (addā), masuk dalam kedamaian, keselamatan, atau kemurnian (dakhala fi al-salm au al-silm au al-salām). Dari istilah-istilah lain yang akar katanya sama, “islām” berhubungan erat dengan makna keselamatan, kedamaian, dan kemurnian. Secara istilah, Islam bermakna penyerahan diri; ketundukan dan kepatuhan terhadap perintah Allah serta pasrah dan menerima dengan puas terhadap ketentuan dan hukum-hukum-Nya. Seorang muslim mengikuti perintah Allah tanpa menentang atau mempertanyakannya, tetapi disertai usaha untuk memahami hikmahnya.
Islam adalah sebuah kepercayaan dan pedoman hidup yang menyeluruh. Dalam Islam diajarkan pemahaman yang jelas mengenai hubungan manusia dengan Allah (dari mana kita berasal), tujuan hidup (kenapa kita di sini), dan arah setelah kehidupan (ke mana kita akan pergi). Muslim adalah orang yang memeluk ajaran Islam dengan cara menyatakan kesaksiannya tentang keesaan Allah dan kenabian Muhammad. Allah, menurut ajaran Islam, adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah (sehingga Islam termasuk agama monoteistik), memiliki nama-nama terbaik, dan memiliki sifat dan karakter tertinggi. Ajaran monoteisme Islam disebut tauhid, yang didefinisikan sebagai pengesaan Allah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan Tuhan dan yang Dia wajibkan.
Dalam tauhid rububiyah, Allah diakui sebagai Rabb (Yang Menguasai), sehingga selain Allah adalah ‘abd (hamba/budak/yang dikuasai). Allah adalah Rabb Yang Berkuasa dalam penciptaan, pengurusan, dan kerajaan alam semesta. Allah sebagai satu-satunya Pencipta adalah juga Yang Memberi rezeki, Yang Menghidupkan, Yang Mematikan, serta Yang Memberi kebaikan dan keburukan. Allah yang mengurus segala sesuatu; semua urusan yang Dia tangani adalah kebaikan; dan Allah Mahakuasa terhadap apa yang Dia kehendaki. Inti dari ajaran Islam sekaligus sebab berbagai kebaikan adalah takwa kepada Allah. Takwa adalah perbuatan menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya yang dilandasi oleh rasa takut, harap, dan cinta kepada Allah. Seorang muslim menyembah Allah juga dalam rangka berharap masuk surga dan terhindar dari neraka.
Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir dalam ajaran Islam di mana mengakui kenabiannya merupakan salah satu syarat untuk dapat disebut sebagai seorang muslim. Dalam Islam, Nabi  Muhammad SAW tidak diposisikan sebagai seorang pembawa ajaran baru, melainkan merupakan penutup dari rangkaian nabi-nabi yang diturunkan sebelumnya. Terlepas dari tingginya statusnya sebagai seorang Nabi, Muhammad SAW dalam pandangan Islam adalah seorang manusia biasa, namun setiap perkataan dan perilaku dalam kehidupannya dipercayai merupakan bentuk ideal dari seorang muslim. Oleh karena itu dalam Islam dikenal istilah hadis yakni kumpulan perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan maupun persetujuan dari Nabi Muhammad SAW. Hadis adalah teks utama (sumber hukum) kedua Islam setelah Al Qur'an. Saat umat Islam menyebut atau menuliskan nama Nabi Muhammad SAW, mereka biasanya menambahkan ucapan penghormatan shalallaahu 'alayhi wasallam (semoga Allah memberi kebahagiaan dan keselamatan kepadanya), sering disingkat S.A.W., setelah namanya.
Ajaran-ajaran dan hukum-hukum Islam utamanya diambil dari dua sumber primer: Al Qur’an dan sunnah (hadis). Alquran berlaku sebagai sumber pokok untuk kehidupan Islami, sedangkan kehidupan sehari-hari Nabi (sunnah/hadis) berlaku untuk menerangkan prinsip-prinsip dalam Al Qur’an serta untuk menunjukkan cara mengaplikasikannya. Al Qur’an sendiri sudah lengkap berisi seluruh hukum-hukum syariah, sebagaimana disebutkan dalam Alquran, “Dan Kami turunkan Kitab (Al Qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu.”
Hukum-hukum Islam dan ajaran-ajarannya juga diambil dari sumber-sumber sekunder, seperti ijmak, qiyas, istishlah, istihsan, dan urf.  Umat Islam percaya bahwa Al-Qur'an yang ada saat ini persis sama dengan yang disampaikan kepada Muhammad, kemudian disampaikan lagi kepada pengikutnya, yang kemudian menghapalkan dan menulis isi Al Qur'an tersebut. Secara umum para ulama menyepakati bahwa versi Al-Qur'an yang ada saat ini pertama kali dikompilasi pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan (khalifah Islam ke-3) yang berkisar antara 650 hingga 656 M. Utsman bin Affan kemudian mengirimkan duplikat dari versi kompilasi ini ke seluruh penjuru kekuasaan Islam pada masa itu dan memerintahkan agar semua versi selain itu dimusnahkan untuk keseragaman.
Al-Qur'an memiliki 114 surah , dan sejumlah 6.236 ayat (terdapat perbedaan tergantung cara menghitung). Hampir semua Muslim menghafal setidaknya beberapa bagian dari keseluruhan Al-Qur'an, mereka yang menghafal keseluruhan Al-Qur'an dikenal sebagai hafiz. Pencapaian ini bukanlah sesuatu yang jarang, dipercayai bahwa saat ini terdapat jutaan penghapal Al-Qur'an diseluruh dunia. Di Indonesia ada lomba Musabaqah Tilawatil Qur'an yaitu lomba membaca Al-Qur'an dengan tartil atau baik dan benar. Muslim juga percaya bahwa Al-Qur'an hanya berbahasa Arab.