Everything in life is pre-written, but with dua it can be re-written

Minggu, 01 November 2020

PRAKARYA 8_MINGGU KE-6

BAB V

PENGOLAHAN BAHAN PANGAN SEREALIA,

UMBI, DAN KACANG-KACANGAN MENJADI

PRODUK PANGAN SETENGAH JADI

 (RANGKUMAN)

A. PENGERTIAN

Olahan pangan setengah jadi (produk pangan primer) adalah mengolah bahan baku pangan dengan proses pengawetan, baik pengawetan secara kimia, fisik maupun mikrobiologi menjadi aneka ragam olahan pangan setengah jadi, sebagai bahan baku pangan.

Keuntungan bahan pangan yang diolah menjadi bahan pangan setengah jadi sebagai berikut :

1. Menjadi bahan baku yang fleksibel untuk industri pengolahan lanjutan

2. Dapat diperjual-belikan antardaerah dan sebagai komoditas ekspor

3. Aman dalam distribusi dari satu tempat ke tempat lainnya

4. Dapat dikemas lebih ringkas

5. Menghemat ruangan dalam penyimpanan.

6. Mengurangi biaya dalam penyimpanan

7. Tahan lama dan lebih kuat dari cuaca dingin atau panas.

 

B. JENIS DAN MANFAAT

 

Berikut ini diuraikan berbagai jenis olahan pangan setengah jadi dari bahan pangan serealia, kacang-kacangan, dan umbi.

1. Jenis Olahan Pangan Setengah Jadi dari Bahan Serealia

a. Beras

    Beras merupakan hasil pertanian yang menjadi makanan pokok sehari-hari pada kebanyakan penduduk di dunia. Selain karbohidrat, beras juga mengandung protein, vitamin, dan mineral.

Berbagai pengolahan dari beras menjadi hasil olahan pangan setengah jadi antara lain kerupuk gendar, rengginang, tepung beras, bihun, beras instan, dan masih banyak lagi lainnya. Beras instan adalah beras yang diolah melalui tiga kali penggilingan dan penyaringan. Tujuannya untuk memperoleh struktur berpori-pori sehingga mempermudah rehidrasi. Rehidrasi adalah kemampuan dalam penetrasi dari air mendidih yang diberikan kepada beras menjadi lebih cepat,

sehingga penyiapan kembali menjadi nasi lebih cepat.

b. Jagung

    Selain untuk pengadaan pangan dan pakan, jagung juga banyak digunakan sebagai bahan dalam industri makanan, minuman, kimia, dan farmasi. Ditinjau dari komposisi kimia dan kandungan nutrisi, jagung mempunyai prospek untuk dikembangkan sebagai pangan dan bahan baku industri. Sebagai sumber pangan, jagung dikonsumsi dalam bentuk segar, kering, dan

tepung. Alternatif produk pangan yang dapat dikembang- kan dari jagung menjadi olahan pangan setengah jadi, yaitu jagung pipil kering, beras jagung, tepung jagung, dan jagung instan. Tepung jagung merupakan produk yang fleksibel, karena dapat digunakan sebagai bahan baku produk pangan dan mudah diterima masyarakat. Tepung jagung umumnya dihasilkan dari beras jagung. Pembuatan tepung dilakukan dengan proses penepungan. Penepungan dengan cara kering menggiling beras jagung, lalu diayak dengan ayakan bertingkat. Produk jagung instan berbentuk granulat. Meskipun berpenampilan seperti beras namun proses pemasakannya tidak sama. Proses pembuatannya jagung instan lebih rumit dibandingkan dengan beras instan. Dengan adanya jagung instan akan mempersingkat waktu pemasakan nasi jagung menjadi hanya setengah jam.

 

c. Gandum

     Jenis gandum ada dua yaitu merah dan putih. Keduanya mempunyai tekstur lembut dan sangat mudah dicerna. Gandum dapat membantu melancarkan pencernaan dan menurunkan kolesterol. Biji gandum memiliki tekstur yang keras. Biji gandum terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian kulit (bran), bagian endosperma, dan bagian lembaga (germ). Alternatif produk pangan yang dapat dikembangkan dari gandum menjadi olahan pangan setengah jadi, yaitu pasta, tepung gandum dan tepung terigu, mi, dan kerupuk. Tepung gandum (whole wheat flour) adalah tepung yang terbuat dari seluruh bagian biji gandum yang dihaluskan, mulai dari kulit ari (terluar) hingga bagian dalam biji (terdalam) sehingga tepung gandum memiliki warna kecokelatan. Tepung terigu adalah tepung yang terbuat dari bagian terdalam biji gandum yang dihaluskan, sehingga tepungnya berwarna putih susu.

 

d. Sorgum

     Sorgum merupakan produk nonberas di Indonesia yang baru sebagian kecil masyarakat kita mengonsumsinya dan hingga saat ini belum termanfaatkan secara maksimal. Komposisi zat gizi sorgum mirip dengan komposisi beras/padi, dan mendekati gandum. Alternatif produk pangan yang dapat dikembangkan dari sorgum menjadi olahan pangan setengah jadi, yaitu biji/beras sorgum, tepung sorgum, kerupuk, dan rengginang sorgum. Dalam mengolah tanaman sorgum menjadi biji/beras sorgum dan tepung sorgum melalui tahapan dalam mengolah beras/gandum.

Kelebihan tepung sorgum adalah tekstur tepung lebih halus dibanding tepung jagung, namun mendekati terigu dan tepung beras.

 

2. Jenis Olahan Pangan Setengah Jadi dari Bahan Kacang-kacangan

     Jenis olahan pangan setengah jadi dari bahan serealia telah diuraikan di atas. Sekarang dapatkah kamu mencari tahu berbagai jenis produk olahan pangan setengah jadi dari bahan kacang-kacangan, baik yang ada di daerahmu maupun Nusantara?

 

3. Jenis Olahan Pangan Setengah Jadi dari Bahan Umbi

a. Ubi Jalar

    Ubi jalar merupakan salah satu jenis makanan yang mampu menunjang program perbaikan gizi masyarakat. Nilai kalorinya cukup tinggi, yaitu 123 kalori/100 gram. Alternatif produk pangan yang dapat dikembangkan dari ubi jalar menjadi olahan pangan setengah jadi, yaitu pati ubi jalar, gaplek (irisan ubi jalar kering), dan tepung ubi jalar. tepung ubi jalar dapat digunakan untuk mensubstitusi tepung beras sampai dengan 20% dalam pembuatan bihun. Tepung ubi jalar juga dapat digunakan sebagai bahan pembuatan kue, misalnya kue kering, kue lapis, dan cake. Beras singkong (Rasi) dibuat dari ampas ubi kayu pahit sisa pembuatan tepung tapioka (kanji/aci). Ampas tersebut dikeringkan lalu digiling menjadi beras.

 

b. Singkong/Ubi Kayu

    Produk pangan yang dapat dikembangkan dari ubi kayu sangatlah banyak, yaitu gaplek, tiwul instan, beras singkong (Rasi), tepung tapioka (tepung pati singkong), tepung singkong, dan tepung mocaf (tepung singkong yang difermentasi), dan kerupuk opak. Beras singkong (Rasi) dibuat dari ampas ubi kayu pahit sisa pembuatan tepung tapioka (kanji/aci). Ampas tersebut dikeringkan lalu digiling menjadi beras. Tepung singkong dibuat melalui proses pengeringan bahan baku umbi singkong (gaplek) terlebih dahulu hingga kadar airnya menyusut tinggal 10%. Tepung mocaf adalah tepung singkong/ubi kayu yang dibuat dengan cara fermentasi. Kerupuk opak (Jawa Tengah) dan kerupuk tette (Madura) adalah kerupuk dari singkong yang melalui proses pengukusan dan perebusan sebagai panganan camilan tradisional.

 

c. Talas

    Di Indonesia talas lebih banyak digunakan sebagai pangan kudapan (keripik, kolak, goreng, dan rebus) atau tambahan sayur. Namun, sekarang sudah dibuat tepung karena talas memiliki sifat-sifat fungsional pendukung keberhasilan aplikasinya pada suatu produk pangan dan kandungan lemak yang rendah, serta kandungan serat yang cukup banyak. Proses pembuatan tepung talas cukup sederhana dan mudah sehingga dapat dipraktikkan dalam skala rumah tangga. Tepung talas memiliki kapasitas absorpsi lemak yang tinggi dan kapasitas absorpsi air yang juga tinggi. Oleh karena itu, tepung talas sangat potensial digunakan untuk mempertahankan rasa, dan memperpanjang umur simpan produk olahan daging, serta produk-produk lainnya seperti whipped toppings, sosis, chiffon, deserts, brownies, angel cake, cookies, mi dan sponge cake.

 

d. Kentang

    Kentang dimanfaatkan sebagai tepung karena termasuk umbi- umbian yang banyak mengandung karbohidrat dalam bentuk pati. Kentang dapat dikeringkan, sehingga menghasilkan tepung dengan menggunakan beberapa proses. Namun, kelemahan kentang yaitu mengandung banyak air sehingga produk tepung yang dihasilkan akan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan produk tepung dari umbi-umbian lainnya. Secara umum, dalam mengolah pangan serealia dan umbi menjadi produk olahan setengah jadi dihasilkan produk berbentuk potongan pipih tebal atau tipis yang dikeringkan (misalnya berbagai jenis kerupuk), butiran besar (misalnya jagung pipil, biji sorgum, tepung tiwul instan, dan chip/granula/sawut lainnya) maupun butiran halus (misalnya berbagai jenis tepung, baik dari bahan serealia maupun umbi-umbian) yang selanjutnya menjadi bahan baku olahan industri rumah tangga maupun industri pabrik.

Prosedur pembuatan tepung sangat beragam yang dibedakan berdasarkan sifat dan komponen kimia bahan pangan. Namun, secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi dua, sebagai berikut:

1. Bahan pangan yang tidak mudah menjadi cokelat apabila dikupas (kelompok

serealia).

2. Bahan pangan yang mudah menjadi cokelat (kelompok aneka umbi dan buah

yang kaya akan karbohidrat) 

PJJ PAI & BP IX_MINGGU KE-6

 BAB 6

KEHADIRAN ISLAM MENDAMAIKAN BUMI NUSANTARA

 1.Awal Masuknya Islam di Nusantara

     Agama Islam telah ada di Indonesia sejak abad pertama Hijriyah (7 Masehi).  Agama ini masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan.  Sebelum Islam datang, nusantara berada dalam pengaruh agama Hindu-Budha.  Keberadaan para pemeluk ajaran Islam menjadi lebih jelas pada abad-13 yang ditandai dengan berdirinya Kerajaan Samudra Pasai di Aceh.  Proses masuknya Islam di Indonesiabertahan secara bertahap melalui banyak jalan.  Teori-teori tentang kedatangan Islam ke Indonesia antara lain :

a)      Teori Mekah

Menurut teori ini proses masuknya islam adalah langsung dari mekah atau arab yang terjadi  pada abad  pertama.  Para pedagang dari Timur Tengah memiliki misi dagang dan sekaligus berdakwah. Bahkan berdakwah menjadi motivasi utama mereka datang ke Indonesia.

b)      Teori Gujarat

Teori ini mengatakan bahwa kedatangan Islam ke Indonesia berasal dari Gujarat pada abad ke 7 Hijriyahatau abad ke-13 Masehi.  Gujarat terletak di India bagian barat, berdakatan dengan laut arab.

c)      Teori Persia

Teori ini mengatakan bahwa kedatangan Islam ke Indonesia berasal dari daerah Persia atau Parsi (sekarang Iran). Sebagai buktinya, ada kesamaan tradisi yaitu tradisi merayakan 10 Muharram atau Asyuro.

d)     Teori China

Menurut teori ini mengatakan bahwa kedatanga Islam ke Indonesia berasal dari pedagang Cina. Sebagai buktinya, raja Islam pertama di pulau jawa yaitu Raden Patah dari Bintoro Demak, merupakan keturunan Cina.

 

Para wali menyebarkan Islam di nusantara, khususnya di pulau Jawa.  Diantaranya wali sanga.  Berikut nama nama wali sanga :

1)      Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) diduga berasal dari Persia.

2)      Sunan Ampel (Maulana Rahmatullah) Sunan Ampel dianggap sebagai penerus cita cita dan perjuangan Sunan Gresik.

3)      Sunan Bonang (Maulana Makdum Ibrahim) Sunan Bonang merupakan putra dari sunan Ampel.  Sunan Bonang berupaya menyesuaikan dakwahnya dalam hal pewayangan dan music gamelan. 

4)      Sunan Giri (Raden Paku) dia merupakan seorang wali yang menyebarkan agama Islam dengan menitikberatkan pada bidang pendidikan agama Islam.

5)      Sunan Drajat (Maulana Syarifuddin) wali ini juga merupakan putra dari Sunan Ampel yang menggunakan seni sebagai media dakwahnya, yaitu pankur alat seni liptak.

6)      Suna Gunung Jati (Maulana Syarif Hidayatullah) merupakan Sunan yang berhasil menjadikan Cirebon sebagai kerajaan islam pertama di Jawa barat.

7)      Sunan Kudus (Maulana ja far Shodiq) dia dikenal sebagai Sunan Kudus karena dia memiliki ilmu tauhid dan fikih.

8)      Sunan Kalijaga (Maulana Muhammad Syahid) wali ini berdakwah dengan sarana wayang kalif yang memuat nilai keislaman. Dia merupakan pencipta lagu dandanggula.

9)      Sunan Murai (Maulana Umar Said) merupakan putra dari sunan kalijaga berkedudukan di gunung Murai, Kudus.  Sunan Murai merupakan pencipta lagu Kinanti dan sinom.

 

2. Cara-Cara Dakwah di Nusantara  

a)  Perdagangan

    Proses penyebaran islam melalui jlur perdagangan dilakukan pada abad ke 7   sampai  abad 16 M.  para pedagan muslim menggunakan kesempatan itu untuk berdakwah    menyebarkan agama islam. Banyak pedagang muslim yang singgah dan tinggal di Indonesia.  Lambat laun tempat tinggal mereka berkembang menjadi perkampungan muslim.

b)  Perkawinan

     Sebagian pedagang islam yang bermukim ada yang menikah dengan wanita pribumi terutama putri bangsawan atau putri raja. Dan dari pernikahan itu mereka mendapatkan keturunan.

c)  Pendidikan

     Para mubaligh mendirikan lembaga pendidikan Islam dibeberapa wilayah Nusantara.  Disanalah berlangsung pembinaan, pendidikan, dan kaderisasi bagi calon kiai dan ulama.  Mereka tinggal di pondok atau asrama dalam jangka waktu tertentu.  Setelah menelan pendidikan persantren mereka kembali ke kampong masing masing untuk menyebarkan agama Islam.

d)     Hubungan Sosial

      Islam mengajarkan persaman hak dan derajat bagi semua manusia karena kemuliaan manusia tidak ditentukan oleh kastanya melainkan ketakwanya kepada Allah Swt.  Islam juga mengajarkan umatnya untuk saling membantudan saling meringanlkan beban orang lain.  Dengan demikian ajaran islam semakin mudah diterima oleh penduduk Nusantara.

e)      Kesenian

      Sebelum Islam datang kesenian dan kebudayaan Hindu-Budha telah mengakar kuat ditengah-tengah masyarakat.  Kesenian tersebut tidak dihilangkan, tapi justru digunakan sebagai sarana dakwah.  Cabang cabang seni yang dikembangkan para penyebar islam diantaranya seperti seni bangunan, seni pahat dan ukir, seni musik dan seni sastra.

 

3. Kerajaan-Kerajaan Islam di Nusantara

a)    Kerajaan Samudra Pasai

    Samudra Pasai terletak di Lhoksumawe, Aceh.  Berdiri pada abad ke 13 dan merupakan kerajaan islam pertama di Indonesia dengan raja pertama Sultan Malik Al- Saleh.  Masa kejayaan Samudra Pasai adalah pada saat diperintah oleh Sulthan Malik At-Tahir II dengan bukti, Samudra Pasai menjadi pusat perdagangan dan penyebaran agama Islam.  Peninggalan sejarah kerajaan ini adalah mata uang emas dan makam Raja Malik Al-Saleh di Gedong Aceh Utara.  Pada tahun 1521 M kerajaan ini ditaklukan oleh Portugis.  Selanjutnya kerajaan Samudra Pasai mulai mundur dan berada dibawah kekuasan Kerajaan Aceh.  Kerajaan Samudra Pasai berakhir pada tahun 1524 M.

b)      Kerajaan Aceh

     Kerajaan Aceh terletak di tepi Selat Malaka yang berpusat di Kutaraja, Banda Aceh.  Berdiri pada abad ke 16 dengan raja pertama Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1528).  Raja terkenal dari Aceh yang membawa ke zaman keemasan adalah Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Ia berhasil menaklikan Johor, Pahang, dan Kedah.  Pujangga yang terkenal dari Aceh antara lain Hamzah Fausuri, Syamsudin Sumatrani, Nurudin ar Raniri, dan Abdurrouf Singkel.  Para ulama inilah yang berhasil menerjemahkan Al Quran dalam bahasa Melayu.

c)      Kerajaan Demak  

    Kerajaan Demak terletak di muara Sungai Bintoro, Demak, Jawa Tengah.  Berdiri pada abad ke 16 dengan raja pertama Raden Patah.  Setelah wafat digantikan purtanya yaitu Adipati Unus yang memerintah dari tahun 1518-1521.  Demak mengalami kejayaan pada masa Sultan Trenggono. Sepeninggalan Sultan Trenggono, kerajaan Demak kacau karena adanya perebutan kekuasaan.  Akhirnya menantu Sultan Trenggonno yaitu Adiwijaya.  Sejak itu pusat pemerintahan dipindahkan ke Panjang pada tahun 1568. Peninggalan sejarah Kerajaan Demak, antara lain masjid agung Demak yang didirikan tahun 1478 oleh walisanga.

d)     Kerajaan Pajang (1568-1586)

    Kerajaan Panjang adalah penerus dari kerajaan Demak. Raja pertama kesultanan ini adalah Jaka Tingkir yang berasal dari Pengging, di lereng Gunung Merapi.  Pada waktu Sultan Hadiwijaya berkuasa di Panjang , Ki Ageng Pemanahan diangkat menjadi bupati di Mataram sebagai imbalan atas keberhasilanya menumpas Aria Panangsang.  Ki Ageng Pemanahan  wafat pada tahun 1575M. 

     Pangeran pangiri datang menyerbu Pajang untuk merebut tahta.  Hal ini ditentang keras oleh para bangsawan Pajang yang berkerja sama dengan Sutawijaya dari Mataram. Akhirnya, Pangeran Pangiri berserta pengikutnya dapat dikalahkan dan diusir dari Pajang.  Setelah suasana aman, Pangeran Benowo menyerahkan tahta kepada Sutawijaya.  Sutawijaya kemudian memindahkan pusat pemerintahanya ke Mataram.

e)      Kerajaan Mataram Islam ( abad 17-19)

kerajaan Mataram Islam berdiri pada tahun 1586 dan raja pertamanya adalah Sutawijaya yang bergelar “ Senapati Ingalaga Sayidin Panatagama” artinya Panglima Perang dan Ulama Pengatur Kehidupan Beragam. Pusat Kerajaan ini terletak di sebelah tenggara kota Yogyakarta, yakni di Kotagede. Kerajaan Mataram mencapai puncak kebesarannya pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyakrakusuma (1613-1645). Pada masa Sultan Agung banyak prestasi besar yang dicapai, antara lain sebagai berikut.

·         Memperluas daerah kekuasaannya meliputi Jawa-Madura (kecuali Banten dan Batavia), Palembang, Jambi, dan Banjarmasin.

·         Mengatur dan mengawasi wilayahnya yang luas itu langsung dari perintah pusatnya (Kota Gede).

·         Melakukan kegiatan ekonomi yang bercorak agraris dan maritime.

·         Melakukan mobilisasi militer secara besar-besaran.

·         Mengubah perhitungan tahun Jawa Hindu (Saka) dengan tahun Islam (Hijriah).

·         Menyusun karya sastra yang cukup terkenal, yaitu Sastra Gending dan kitab suluk.

·         Menyusun kitab undang-undang baru.

 

f)       Kerajaan Banjar

     Kerajaan Banjar adalah kerajaan Islam di pulau Kalimantan, tepatnya di provinsi Kalimantan Selatan saat ini.  Kerajaan ini berdiri pada tahun 1526 M dengan Sultan Suriansyah sebagai sultan pertama.  Wilayah kekuasaan kerajaan banjar meliputi Banjarmasin, Martapura, Tanah Laut, Margasari, Amandit, Alai, Marabahan, Banua Lima, serta daerah hulu sungai Barito.  Wilayah kekuasaan Kerajaan Banjar semakin luas hingga ke Tanah Bambu, Pulau Laut, Pasir, Berau, Kutai, Kotawaringin, Landak, Sukadana, dan Sambas.  Kerajaan Banjar runtuh pada saat berakhirnya Perang Banjar pada tahun 1905M.

 

g)      Kerajaan Gowa-Tallo    

 Kerajaan ini terletak di Somba Opu, Makassar, Sulawesi Selatan.  Raja Gowa bergelar Daeng, dan raja Tallo bergelar Karaeng.  Raja Gowa Daeng Manrabia (Sultan Alaudin) dan raja Tallo yaitu Matoaya (Sultan Abdullah Awalul Islam) menyatakan pengabungan dua kerajaan menjadi dwi tunggal.  Raja terkenal dari Gowa-Tallo adalah Hasanudin (1653-1669), karena ketegasannya Belanda menjuluki Sultan Hasanudin dengan sebutan Ayam Jantan dari Timur.  Kehancuran Gowa-Tallo karena penghianatan Raja Arupalaka dari Bone.

 

h)     Kerajaan Ternate-Tidore

Kerajaan ini terletak di Sampalu, Ternate dan Pulau Tidore di Maluku Utara. Berdiri pada abad ke 16 dengan raja pertama Sultan Zainal Abidin (1486-1500).  Raja terkenal Ternate adalah Sultan Hairundadan Sultan Baabulah yang gigih melawan dan mengusir Portugis dari Maluku (1536-1583).  Hasil utama Kerajaan Ternate dan Tidore adalah cengkih dan pala.  Tidore didirikan oleh Sultan Mansur.  Raja Tidore yang terkenal adalah Sultan Nuku.

 

Note: Untuk materi lebih lengkap bisa dilihat pada GOOGLE CLASSROOM masing-masing kelas 😊

PJJ PAI & BP VIII_MINGGU KE-6

 RINGKASAN MATERI BAB V

Jiwa Lebih Tenang

dengan Banyak Melakukan Sujud

1.  Sujud Syukur

1. Pengertian

Syukur artinya Berterima kasih kepada Allah Swt. Sujud syukur ialah sujud yang dilakukan ketika seseorang memperoleh kenikmatan dari Allah atau telah terhindar dari bahaya. Untuk mengungkapkannya biasanya kita hanya membaca Hamdalah tetapi disamping mengucapkan hamdalah kita juga dianjurkan bersujud yaitu sujud syukur.

2. Hukum dan Dalil Naqli

Adapun hukum melaksanakan sujud syukur itu sunnah yang berlandaskan hadis Rasulullah sebagai berikut yang artinya :

 “Dari Abu Bakrah, “Sesungguhnya apabila datang kepada Nabisaw. Sesuatu yang menggembirakan atau kabar suka, beliau langsung sujud bersyukur kepada Allah.” (H.R. Abu Dawud dan Tirmizi).

3.  Sebab-sebab melakukan sujud

Sebab sebab melakukan sujud syukur Ialah :

a.    Mendapatkan nikmat dari Allah Swt.

Apabila kita mendapat nikmat / baru saja mendapat kabar gembira kita disunnahkan melakukan sujud syukur

b.    Terhindar dari bahaya

Saat kita terhindar dari bahaya /bencana ketika terjadi maka segera melakukan sujud syukur tanpa menunda nunda

4.   Contoh

a.   Saat menerima rapor belajar dan mendapat nilai bagus mereka sujud syukur didepan kelas

b.   Saat terjadi tsunami andi selamat dan seketika itu ia langsung melakukan sujud syukur

c.   Saat mendapatkan nilai bagus dalam ulangannya

5.   Tata Cara dan bacaan sujud

Tata cara melakukan sujud syukur Ialah sebagai berikut :

a.       Menghadap kiblat

b.      Niat untuk sujud syukur

c.       Sujud seperti sujud dalam śalat dengan membaca do’a sebagai berikut artinya:

 “Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, dan tiada kekuatan serta daya upaya kecuali atas ijin Allah Yang Mahatinggi dan Mahaagung.”

d.  Duduk kembali

e.   Salam

6.   Hikmah melakukan sujud syukur

Hikmah melakukan sujud syukur, sebagai berikut :

a.       Orang yang mendapatkan nikmat dan kelebihan kalau tidak berhati hati dapat lupa diri sehingga menjadi angkuh atau sombong. Orang yang melakukan sujud syukur akan terhindar dari sifat sombong atau angkuh tersebut.

b.      Memperoleh kepuasan batin berkaitan dengan anugerah yang diterima dari Allah Swt.

c.       Merasa dekat dengan Allah sehingga memperoleh bimbingan dan hidayah-Nya.

d.      Memperoleh tambahan nikmat dari Allah Swt. dan selamat dari siksa-Nya.

 

2. Sujud Tilawah

1.  Pengertian

Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan karena membaca ayat ayat sajdah dalam al-Qur’an ketika śalat maupun di luar salat, baik pada saat membaca/menghafal sendiri atau pada saat mendengarkannya.

2.  Hukum dan Dalil Naqli

Hukum melaksanakan sujud tilawah adalah sunnah, Berikut arti dari dalil naqli sujud tilawah

Artinya :“Dari Ibnu Umar, sesungguhnya Nabi saw. Pernah membaca al-Qur’an di depan kami. Ketika bacaannya sampai pada ayat sajdah, beliautakbir, lalu sujud, maka kami sujud bersama-sama beliau.” (HR. Tirmidzi)

3.  Sebab sebab melakukan sujud Tilawah

Sujud tilawah dilakukan karena pada saat membaca atau mendengarkan bacaan al-Qur’ān menemukan ayat-ayat sajdah baik pada saat śalat maupun di luar śalat. Adapun ayat-ayat sajdah yang ada di dalam al-Qur’ān berjumlah 15yaitu:

a.  Q.S. al-A’raf/7 ayat 206

b.  Q.S. ar-Ra’du/13 ayat 15

c.  Q.S. an-Nahl/16 ayat 49

d.  Q.S. Al-Isra’/17 ayat 109

e.  Q.S. al-Hajj/22 ayat 18

f.   Q.S. Maryam/19 ayat 58

g.  Q.S. al-Hajj/22 ayat 77

h.  Q.S. al-Furqan/25 ayat 60

i.   Q.S. an-Naml/ 27 ayat 25

j.   Q.S. al-Sajdah/32 ayat 15

k.  Q.S. Sad/38 ayat 24

l.   Q.S. Fussilat/41 ayat 38

m. Q.S. an-Najm/53 ayat 62

n.  Q.S. al-Insyiqaq/84 ayat 21

o.  Q.S. al-‘Alaq/96 ayat 19

4.  Contoh

a.   Saat membaca ayat yang ada bacaan sajdah

b.  Saat mendengar orang lain membaca ayat yang ada bacaan sajdah

c.   Saat bertadarus lalu menemukan bacaan yang ada bacaan sajdah

5.  Tata cara dan bacaan sujud Tilawah

Tata cara sujud tilawah ada dua macam, yaitu:

1.   Sujud tilawah yang dilakukan di luar salat.

               Adapun cara yang melakukan sujud tilawah di luar salat sebagai berikut:

a. Berdiri menghadap kiblat

b. Berniat melakukan sujud tilawah

c. Takbiratul ihram

d. Sujud satu kali

Pada saat sujud membaca do'a 

Artinya: “aku bersujud kepada Tuhan yang menjadikan diriku, Tuhan yang membukakan pendengaran dan penglihatan dengan kekuasaan-Nya.”

e. Duduk sejenak

f. Salam

            2.   Sujud tilawah yang dilakukan di dalam salat.

                Adapun cara melakukan sujud tilawah di dalam salat sebagai berikut:

Pada saat kita sedang berdiri dalam salat membaca ayat sajdahatau imam membaca ayat sajdah, kita langsung melakukan sujud satu kali dengan membaca do’a sujud tilawah. Setelah selesai melakukan sujud tilawah tersebut kita langsung berdiri lagi dan melanjutkan salatkembali.

6.    Hikmah Melakukan sujud tilawah

Hikmah melakukan sujud tilawah, yaitu:

1. Dijauhkan dari godaan setan.

2. Lebih menghayati bacaan dan makna al-Qur’an yang sedang dibaca.

3. Mendekatkan diri kepada Allah Swt.

 

 

3.   Sujud Sahwi

1.  Pengertian

Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan karena lupa atau ragu-ragu di dalam salat. Sujudnya dua kali dan dilakukan setelah membaca tahiyat akhir sebelum salam.

2.  Hukum dan Dalil Naqli

Adapun hukum melakukan sujud sahwi adalah sunnah sebagaimana hadis Rasulullah saw. sebagai berikut artinya:

Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi saw bersabda,“Apabila salah seorang di antara kamu ragu dalam salat, apakah ia sudah mengerjakan tiga atau empat rakaat, maka hendaklah dihilangkan keraguan itu, dan diteruskan salatnya menurut yang diyakini, kemudian hendaklah sujud dua kali sebelum salam.” (HR. Ahmad dan Muslim)

3.  Sebab sebab melakukan sujud sahwi

Sebab-sebab orang yang salat melakukan sujud sahwi adalah:

a.       Lupa meninggalkan salah satu rukun salat seperti lupa melakukan rukuk, iktidal, atau sujud.

b.      Lupa atau ragu jumlah rakaat.

c.       Lupa membaca do’a qunut (bagi yang membiasakan qunut).

d.      Lupa melakukan tasyahud awal.

e.       Kelebihan atau kekurangan dalam jumlah rakaat.

Dalam kasus rakaat kurang, apabila pada saat salat ada yang mengingatkan bahwa rakaat salat kita kurang, maka harus segera berdiri,takbir, dan melengkapi jumlah rakaatnya baru kemudian melakukan sujud sahwi.

4.  Contoh

a. Saat sholat lupa melakukan Tasyahud awal

b. Saat sholat jumlah rekaat berlebih / kurang

c. Lupa melakukan sujud

5.  Tata cara melakukan dan bacaan sujud sahwi

Cara melakukan sujud sahwi sebagai berikut :

1. Sujud sahwi dilaksanakan sebelum salam apabila orang yang sedang salat lupa akan bilangan salat yang sedang dikerjakan atau lupa tidak melakukan tahiyat awal dan kita baru ingat sebelum dia salam.

2. Setelah selesai membaca tahiyat akhir, langsung sujud lagi dengan membaca artinya:

Artinya: “Maha Suci Allah yang tidak tidur dan lupa”.

3. Bangun dari sujud disertai dengan mengucapkan takbir,

4. Kemudian duduk sebentar lalu takbir dan dilanjutkan sujud lagi dengan doa yang sama dengan sujud pertama.

5. Duduk kembali dan diakhiri dengan salam.

6.  Hikmah dari sujud sahwi

Manusia tidak boleh berperilaku sombong dan angkuh karena manusia adalah tempat salah dan lupa. Yang tidak pernah lupa hanyalah Allah Swt.Orang yang berbuat salah, khilaf, dan lupa harus segera memohon ampun kepada Allah dengan membaca istighfar. Demikian halnya ketika kita bersalah dengan orang tua, guru maupun teman harus segera meminta maaf kepada mereka. Hikmah berikutnya adalah kita diajarkan untuk bisa memahami bahwa orang lain juga bisa salah. Jika orang tersebut mengakui kesalahannya dan minta maaf, maka sebagai umat Islam diajarkan untuk segera memberi.

 Note: Untuk materi lebih lengkap bisa dilihat pada GOOGLE CLASSROOM masing-masing kelas 😊